Apa yang memungkinkan suatu material bertahan pada suhu ekstrem, tekanan tinggi, dan lingkungan korosif sekaligus mempertahankan daya tahan sekuat batu? Jawabannya mungkin terletak pada keramik zirkonia. Dijuluki sebagai "baja keramik", material canggih ini merevolusi industri dari ruang angkasa hingga aplikasi biomedis melalui sifatnya yang luar biasa.
Zirkonium dioksida (ZrO₂), umumnya dikenal sebagai zirkonia, mewakili kelas penting bahan anorganik non-logam dalam kategori keramik teknis. Pada suhu kamar, ia tampak sebagai padatan putih dengan tiga struktur kristal berbeda:
Zirkonia murni mengalami perubahan volume yang signifikan (kontraksi 3-5%) selama transisi fase antara struktur kristal ini pada suhu tinggi, yang menyebabkan retaknya material. Untuk mengatasi keterbatasan ini, aplikasi industri biasanya menggunakan teknik stabilisasi menggunakan aditif seperti yttria (Y₂O₃), magnesia (MgO), atau calcia (CaO) untuk mempertahankan struktur kristal yang diinginkan pada suhu kamar.
Meningkatnya adopsi keramik zirkonia berasal dari kombinasi unik karakteristik fisik dan kimianya:
Para peneliti telah mengembangkan berbagai pendekatan untuk mengatasi keterbatasan transformasi fase zirkonia dan meningkatkan kinerja:
Menggabungkan zirkonia dengan keramik lain (misalnya alumina) menghasilkan material komposit dengan kekuatan, ketangguhan, dan ketahanan aus yang ditingkatkan.
Tabel berikut membandingkan sifat-sifat utama berbagai keramik zirkonia yang distabilkan:
| Milik | Zirkalon 5 (YSZ) | Zirkalon 10 (YSZ) | Zirkalon 20 (MSZ) | Zirkalon 30 (Komposit) |
|---|---|---|---|---|
| Kepadatan (g/cc) | 6.13 | 6.05 | 6.05 | >5.62 |
| Kekuatan Lentur (MPa) | 1000 | 1200 | 1200 | 1000 |
| Ketangguhan Patah (MPa·m½) | 4.0 | 5.0 | 10.0 | 10.0 |
| Ketahanan Guncangan Termal (ΔT°C) | 250 | 250 | 350 | 250 |
| Suhu Servis Maksimum (°C) | 1000 | 1000 | 1000 | 1000 |
Keramik zirkonia memiliki fungsi penting di berbagai sektor:
Tabel berikut merinci kinerja zirkonia terhadap berbagai bahan kimia:
| Kimia | Konsentrasi | Suhu | Paparan | Reaksi |
|---|---|---|---|---|
| Asam Hidroklorik | 33% | Mendidih | 100 jam | Lemah |
| Asam sulfat | 98% | Mendidih | 100 jam | Lemah |
| Natrium Hidroksida | 50% | Mendidih | 100 jam | Tidak ada |
| Asam Hidrofluorat | 100% | Mendidih | 100 jam | Kuat |
Seiring kemajuan ilmu material, keramik zirkonia terus berkembang melalui peningkatan teknik manufaktur dan formulasi komposit baru. Kombinasi unik antara ketahanan mekanis, stabilitas termal, dan biokompatibilitas memastikan peningkatan penerapan di seluruh aplikasi teknik berkinerja tinggi. Penelitian yang sedang berlangsung berfokus pada peningkatan stabilitas fase, ketahanan terhadap patahan, dan kemampuan multi-fungsi untuk mengatasi tuntutan lingkungan operasional yang semakin meningkat.